Sunday, 20 March 2016

The Divergent Novel Series: Divergent by Veronica Roth


Judul: Divergent
Pengarang: Veronica Roth
Penerbit: HarperCollins Publishers
Tahun terbit: 2011
Jumlah halaman: 487
Genre: Distopia


[VERSI INDONESIA]
Judul: Divergent
Penerjemah: Anggun Prameswari
Penerbit: PT Mizan Pustaka
Tahun terbit: 2012
Jumlah halaman: 543 


Sinopsis:
          Di dunia masa depan, manusia dipisah-pisahkan oleh berbagai faksi bergantung pada kecenderungan sifat alamiah mereka.
Tris Prior adalah seorang Divergent. Dia tak cocok dengan faksi apa pun yang ada di masyarakat.
Ketika dia menemukan ada konspirasi untuk memusnahkan semua Divergent, Tris harus mengungkap mengapa menjadi Divergent dianggap berbahaya, sebelum semuanya terlambat.



          Di masa depan, dunia dibagi menjadi 5 faksi (golongan) berdasarkan kepribadian atau sifat dominan yang ada pada diri mereka. Ada faksi Candor yang jujur, Amity yang damai, Erudite yang cerdas, Dauntless yang berani, dan Abnigation yang selfless (tidak egois). Semua bekerja sesuai dengan perannya masing-masing, Candor sebagai penegak hukum, Amity mengurus ladang, Erudite menjadi peneliti dan ilmuwan, Dauntless adalah tentara dan polisi yang melindungi kota, terakhir Abnigation sebagai pihak yang menjalankan pemerintahan.
          Setiap remaja yang berusia 16 tahun harus melakukan tes kecakapan dan upacara pemilihan untuk menuntekuan di faksi mana mereka berada. Tes kecapakan dilakukan untuk mengetahui sifat dominan mereka, tapi mereka diperbolehkan untuk tidak memilih faksi berdasarkan hasil tes kecakapan, karena itulah diadakan upacara pemilihan.
          Beatrice Prior, perempuan asal Abnigation, tidak hanya memiliki satu sifat dominan, melainkan tiga, yaitu Erudite, Abnigation, dan Dautless. Seseorang yang memiliki lebih dari satu sifat dominan disebut Divergent. Saat upacara pemilihan, Beatrice memilih untuk meninggalkan faksi lamanya dan bergabung dengan faksi Dautless. Dia mengganti namanya menjadi Tris. Namun ternyata dengan memilih Dauntless bukan berarti dia langsung diterima sebagai seorang Dauntless. Dia harus melewati beberapa proses inisiasi dan bila dia gagal pada masa inisiasi maka dia akan menjadi seorang factionless. Dari dua puluh peserta inisiasi hanya sepuluh orang yang akan diterima sebagai Dauntless. Tris harus berjuang keras melewati masa inisiasi sambil mencari tahu mengapa menjadi Divergen dianggap berbaya dan apakah ada hubungannya dengan apa yang terjadi di antara faksi Erudite, Dauntless dan Abnigation.

-------

          Buku pertama dari trilogy Divergent ini memang seru, pembaca disuguhkan aksi yang menegangkan dari awal sampai akhir cerita yang membuat pembaca merasa penasaran dan akan terus membaca. Tetapi, walaupun novel bergenre dystopian ini membuat pembaca memacu adrenalin, pengarang tetap menyelipkan bumbu pemanis yaitu kisah cinta Tris dengan instruktur inisiasinya yang bernama Four. Untuk membaca cerita ini, kita harus pintar-pintar memainkan imajinasi untuk membayangkan dan memuaskan rasa penasaran diri sendiri, seperti, bagaimana sih seragam yang mereka pakai sehari-hari? Seperti apa markas Dautless yang gelap dan berbatu? Bagaimana bentuk kursi simulasi? Dan latar-latar lain yang membuat para pembaca penasaran.

          Cerita ini menggunakan sudut pandang pertama, yaitu dari Tris yang tak lain seorang Divergent. Karena itulah para pembaca secara tidak langsung mengetahui mengapa banyak orang yang menganggap bahwa Divergent itu berbahaya, yaitu karena pada Divergent dapat memanipulasi simulasi. Melalui sudut pandang pertama juga pengarang membawa pembaca kepada arus pikiran Tris yang labil, suatu waktu dia adalah seorang yang lemah tapi di waktu yang lain Tris berubah menjadi wanita yang sangat kuat. Kadang dia mementingkan orang lain dibanding dirinya sendiri, kadang juga dia bersifat egois. Mungkin itu semua terjadi tak lain karena Tris adalah seorang Divergent yang mempunyai kepribadian atau sifat dominan lebih dari satu.

          Pengarang sangat pandai membuat pembaca penasaran, karena pada akhir cerita masih banyak pertanyain yang belum terjawab seperti, bagaimana nasib Tris selanjutnya? Apakah akhirnya Tris benar-benar menjadi seorang factionless? Apakah faksi Dauntless, Erudite dan Abnigation akan hancur? Pertanyaan-pertanyaan itu sepertinya akan pengarang jawab di novel selanjutnya.

          Secara keseluruhan aku sangat menyukai novel ini dan tentu akan membaca novel lanjutannya. Jadi, aku merekomendasikan novel ini kedapa orang yang ingin membaca novel dystopian yang seru, menegangkan, memacu adrenalin, sekaligus membuat penasaran.


Rate 9,5 of 10

2 comments:

  1. aku udah nonton ketiga filmnya! maklum anaknya males baca novel terjemahan MHAHAHA

    https://isthiud.blogspot.co.id/

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku juga nonton filmya dulu sebelum tertarik baca wkwk tapi film ketiganya ngecewain banget yaa, saking ngecewainnya sampe film keempatnya gagal diproduksi

      Delete