• Home
  • About
  • Beauty
    • Makeup
    • Skincare
    • Fragrance
  • Food&Place
  • Random Talk
Copyright © FIRADWIP'S JOURNAL. Powered by Blogger.

FIRADWIP

instagram twitter pinterest google

Salah satu brand lokal favoritku baru aja mengeluarkan koleksi lipstick terbarunya, yaitu Make Over Color Stick Matte Crayon. Lipstik yang berbentuk mirip krayon ini mengeluarkan lima warna nude yang cocok untuk semua warna kulit. Aku berkesempatan mencoba satu dari kelima warna tersebut, yaitu shade Harper.

PRICE AND WHERE TO BUY?
Lipstick crayon dari Make Over ini dibandrol dengan harga Rp 99.000 dan bisa temen-temen dapatkan di counter resmi Make Over.


PACKAGING
Lip crayon dari Make Over ini hadir dengan kemasan berwarna hitam glossy dan tutup yang sesuai dengan warna lipsticknya. Nggak perlu diraut, lipstick ini hadir dengan bentuk twist up yang hanya perlu diputar untuk mengeluarkan produknya. Ujung lipstick-nya yang berbentuk lancip mempermudah kita buat mengaplikasikan produk ini di bibir.

TEXTURE, PIGMENTATION & STAYING POWER

Tekstur lipstick ini creamy dan super smooth jadi gampang banget waktu dipulaskan di bibir. Pigmentasinya juara sih menurutku, sekali dua kali ulas udah bisa mengcover warna bibirku yang agak gelap. Untuk lipstick dengan shade nude, pigmentasi kayak gini udah bisa dibilang bagus banget ya soalnya bagi beberapa lipstick lain, shade nude tuh agak susah buat mengcover bibir yang gelap.

Staying power-nya lumayan, dipakai makan makanan yang nggak berminyak dia masih stay dan cuma sedikit memudar di bagian dalam, tapi kalau dipakai makan berat dan berminyak emang agak-agak kehapus dan kita harus reapply lagi. Dia masih sedikit transfer, padahal klaimnya bilang lipstick ini transferproof, tapi nggak usah khawatir karena transfer-nya pun nggak parah-parah banget kok. Finishing dari lipstick ini matte tanpa bikin bibir kering. Rasa saat dipakainya pun ringan banget berasa lagi nggak pake lipstick.

SWATCHES
Make Over Color Stick Matte Crayon ini punya 5 shade, yaitu Brooklyn, Iris, Harper, Blake, dan Skye. Sebenernya aku naksir banget sama shade Blake soalnya aku suka banget sama lipstick cokelat. Tapi, kali ini aku mau nyobain warna yang jarang aku pakai, jadi aku pilih shade Harper.


Harper ini warna nude peach dengan sedikit hint pink. Walaupun tergolong warna nude, tapi shade Harper ini nggak bakal bikin yang memakainya terlihat pucat. Aku iseng memakai lipstick ini sebagai blush on dan warnanya jadinya bagus banget!




Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Kopi adalah bagian dari hidup. Aku nggak bermaksud puitis, tapi emang begitu nyatanya. Bermunculannya banyak kedai kopi beberapa tahun belakang -khususnya di Bandung- membuat aku senang karena mempermudah aku kalau ingin minum kopi dan aku jadi bisa mencoba berbagai macam rasa kopi dari kedai kopi yang berbeda. Es kopi susu yang sedang naik daun akhir-akhir ini nggak bisa dipungkiri udah menjadi favorit banyak orang, termasuk aku. Bahkan, aku berhasil bikin Azhari yang awalnya nggak suka kopi jadi mau minum kopi dan mau nemenin aku nyoba-nyoba es kopi ke banyak kedai kopi.

Di post ini aku bakal nulis beberapa kedai kopi dan es kopi susu yang udah aku coba di Bandung. Belum banyak, karena ide nulis post ini baru muncul beberapa waktu yang lalu, jadi sebelumnya aku nggak foto es kopi susu yang aku coba. Tapi, post ini bakal terus aku update tiap aku coba es kopi baru.
 



1. Es Kopi Djawa & Es Kopi Awan – Kopi Toko Djawa
List kopi di post ini nggak diurutkan berdasarkan apapun, sih. Tapi aku ingin memulai list ini dengan kedai kopi favoritku se-Bandung Raya. Bukan cuma kedai kopinya aja yang aku suka, tapi juga kopi dan cemilan di sini. Kopi Toko Djawa terletak di Jalan Braga Bandung, aku udah nulis review terpisah tentang kedai kopi mungil ini. Menu favoritku di sini adalah Es Kopi Awan, yaitu kopi susu dan gula jawa yang di atasnya ditambah creamy foam. Kopinya nggak terlalu strong dan manis gula jawanya pas.

Location: Jalan Braga No. 79 Bandung
Opening hours: 10am - 10pm
Price: Es Kopi Djawa (20k) Es Kopi Awan (24k)

Baca juga: Kopi Toko Djawa - Merangkai Senja di Jalan Braga

---


2. Es Kopi Susu Rahasia – Coffeedential
Es kopi susu rahasia dari Coffeedential ini menurutku adalah es kopi susu terenak kedua setelah es kopi susunya Kopi Toko Djawa. Kopinya creamy banget dan manisnya pas. Lokasinya di 107 Garage Room, konsepnya emang coffee to go gitu jadi nggak ada tempat duduknya, tapi kadang kalo lagi cerah disedian bean bag di taman.

Location: Jalan Ciumbuleuit No. 107 Bandung
Opening hours: 8am – 10pm
Price: Es Kopi Susu Rahasia (18k)

---

3. Es Kopi Jiwa – Sejiwa Coffee
Dari semua es kopi susu yang pernah aku coba di Bandung, es kopi jiwa ini bisa dibilang yang paling pricey. Maklum sih, karena kopi ini salah satu pilihan bapak presiden waktu beliau berkunjung ke café ini. Dari segi rasa emang enak, kopinya lumayan strong dan manisnya seimbang dengan rasa kopinya. Café ini juga udah pernah aku review lengkap beberapa waktu yang lalu.
Location: Jalan Progo No. 15 Bandung
Opening hours: 7am – 11pm
Price: Es Kopi Jiwa (29k – before tax)

Baca juga: Es Kopi Jiwa di Sejiwa Coffee - Es Kopi Pilihan Bapak Presiden!

---

4. Original Coffee – Kopi Seru 
Kopi seru ini kedai kopi pertama yang aku tau menyediakan kopi dengan after taste rasa buah-buahan. Ada empat varian rasa yaitu strawberry, lychee, black americano, dan original. Tentu saja aku milih original. Ternyata kedai kopi ini udah buka banyak cabang di Bandung, tapi yang kemarin aku kunjungin adalah cabang terbarunya di BEC.

Location: BEC Upper Street Level
Opening hours: 10am – 10pm
Price: Original Coffee (20k)

---

5. Es Kopi Susu & Es Kopi Soklat – Kopi Janji Jiwa 
My new addiction. Es kopi soklat-nya enak banget, siapa sangka perpaduan espresso, susu segar, dan cokelat bakal menghasilkan rasa seenak ini. Rasanya kaya es krim cair, manisnya pas dan nggak bikin giung. Es kopi susu-nya juga enak, creamy dan kopinya cukup strong. Kedai ini udah punya lebih dari seratus cabang di Indonesia, yang aku tau di Bandung ada dua cabang yaitu di Braga Citywalk dan Miiko Mall.

Location: Braga Citywalk Ground Floor no. 99 – 101 Bandung
Opening hours: 10am – 10pm
Price: Es Kopi Susu (18k) Es Kopi Soklat (20k)

 
---

6. Es Kopi Gang – Gang Nikmat
Salah satu es kopi creamy yang sekali teguk langsung ku suka. Kopinya nggak terlalu strong tapi masih kerasa kopinya. Tempatnya mungil dan tersembunyi, parkirnya cukup susah. Tapi makanan dan minumannya enak berikut harganya murah meriah!

Location: Jalan R. E. Martadinata No. 205 Bandung
Opening hours: 11am - 10pm
Price: Es Kopi Gang (18k)


---

7. Es Kopi Bahagia – Bahagia Kopi
Nggak seperti kebanyakan es kopi lainnya yang menggunakan gula aren atau gula jawa, Es Kopi Susu Bahagia ini merupakan kopi dengan campuran madu. Tapi jujur, rasa madunya nggak begitu terasa dan justru kopinya terasa strong sekali sampai rasa pahitnya lebih dominan. Nggak usah khawatir buat temen-temen yang tetap ingin es kopi dengan gula aren, Bahagia Kopi juga punya menu tersebut, namanya Es Kopi Semangat.

Location: Jalan Ambon (The Saparua) Bandung
Opening hours: 8am - 10pm
Price: Es Kopi Bahagia (18k)


---


8. Es Kopi Teman Lama – Bersama Teman Lama
Salah satu es kopi yang bisa dibilang kopinya terasa strong, tapi nggak sampai pahitnya dominan kayak kopi bahagia. Tempatnya lucu dan instagrammable, cemilan di cafe ini juga enak. Aku suka sama gambar dan tulisan yang ada di cup kopi ini "ngopi itu kadang bukan soal apa dan di mana, tapi sama siapa".

Location: Jalan Bima No. 80 Bandung
Opening hours: 9am - 10pm
Price: Es Kopi Teman Lama (20k - before tax)





Share
Tweet
Pin
Share
2 komentar


Happy new year!!!! Nggak kerasa ya udah tahun 2019 lagi, semoga di tahun ini kita semua selalu dilimpahkan kebahagiaan ya, aamiin. Siapa di sini yang masih memegang prinsip “new year new me”? Kalo aku engga. Dari dulu aku nggak menuntut diriku sendiri buat berubah jadi pribadi yang baru tiap tahunnya, cuma aku ingin diriku berusaha sekeras mungkin buat self-improvement dan berbenah tiap tahunnya, nggak lupa juga semakin percaya diri dan mencintai diri sendiri. Tahun ini aku nggak punya resolusi yang muluk-muluk, soalnya berkaca dari tahun lalu yang resolusinya kebanyakan ambyar. Resolusiku tahun ini bisa dibilang cukup sederhana, tapi kalau dilakuin secara konsisten bakal menghasilkan pengaruh positif yang lumayan besar. Jadi, resolusiku tahun ini adalah:

1. More reading
Percaya atau engga tahun 2018 aku cuma nyelesain dua buku. Aku kaget sendiri sih pas sadar hal itu, karena tahun-tahun sebelumnya aku bisa nyelesein kurang lebih lima belas buku tiap tahun. Tahun lalu tiap mau baca buku ada aja alesannya, entah nyelesain skripsi lah atau belajar buat tes lah. Ya, nggak salah juga sih alasan-alasan itu karena taun lalu aku emang sibuk nyusun skripsi dan bolak-balik tes seleksi buat kerja. Semoga tahun ini aku bisa banyak baca lagi, aku nggak mau targetin banyak-banyak dulu untuk sekarang. Target aku satu buku tiap bulan, jadi tahun ini aku harus bisa selesain 12 buku. Super excited!

2. More Writing
Tahun 2018 aku bener-bener jarang banget nulis blog. Total post di blog ini buat tahun 2018 cuma sembilan post. Kalo dibilang nyesel, aku nyesel banget sih sempet berhenti nulis blog. Pertama karena aku jadi ngerasa sedikit kaku lagi buat nulis karena jarang nulis, kedua karena aku ngerasa nggak punya tempat pelarian kalo stress, ketiga karena engagements di blog ini menurun drastis, hehe. Taun ini aku mau konsisten menulis di blog. Aku harap ini bakal menyenangkan, terlebih sekarang posisi aku adalah social media officer & writer di sebuah perusahaan fashion & beauty related, something that i passionate about. Jadi, kegiatanku tiap hari nggak jauh dari nulis, nulis, nulis, dan nulis. Super happy for this, karena aku emang suka banget nulis. Semoga aku bisa konsisten ya untuk kedepannya.

3. Drink Water
Salah satu resolusi tahun 2018 yang tercapai adalah minum satu liter setiap hari. Tahun ini aku mau meningkatkan itu jadi 1,5 liter sehari. Cuma naik dikit sih, tapi aku tau ini bakal nggak gampang karena ngehabisin satu liter perhari juga aku kadang lupa dan baru inget malemnya pas mau tidur. Tapi satu yang pasti, efeknya pasti bakal positif buat tubuh dan kesehatan aku. Semoga taun ini, resolusi ini bakal tercapai juga ya seperti tahun lalu.

4. One day one fruit
Aku udah ngelakuin ini dari dua bulan terakhir. Makan satu buat tiap hari, lebih dari satu juga boleh, yang penting tiap hari harus makan buah. Tapi bulan lalu masih bolong-bolong, jadi sekalian aja dijadiin resolusi biar tahun ini konsisten makan buah tiap hari tanpa bolong-bolong. Semoga bisa ya soalnya emang aku suka banget buah, cuma ya kadang lupa belinya. Jadi, semoga tahun ini nggak lupa-lupa lagi dan bisa makan buah tiap hari!

5. Stray feeding
Semenjak melihara Meng, Bolu, Moci, dan Cimol dari Agustus 2018 lalu. Aku emang udah mulai agak rajin ngasih makan kucing jalanan juga, tapi nggak konsisten dan ada terus alasannya, lupa masukin makanannya ke tas lah, males masukin ke tas karena tasnya udah penuh lah, dan banyak alasan-alasan lainnya. Tapi, mulai tahun ini aku udah bertekad buat konsisten stray feeding, karena berbagi nggak cuma harus ke sesama manusia aja, tapi sesama makhluk hidup. Yuk, mulai berbagi dari sekarang.

Itulah lima resolusi aku di tahun 2019 ini. Semoga aku bisa mencapai semuanya ya. Selain list di atas, masih banyak hal yang mau aku capai di tahun ini sih seperti unlock new skills, find new hobby, more self-love, yaaa intinya sih hal-hal yang bisa membuat aku lebih baik dan membuat aku juga orang-orang di sekitarku bahagia. Jadi, gimana sama temen-temen? Apa aja resolusi temen-temen di tahun ini? Semoga resolusi kita semua tercapai ya!



Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Aku nulis post ini pada tanggal 31 Desember 2018 pukul 23.30, nggak kerasa 2018 bakal berganti dalam hitungan menit. Sejauh ini, bisa dibilang 2018 adalah tahun paling membosankan untukku. Gimana nggak membosankan kalo selama delapan bulan di tahun ini dihabiskan di rumah karena aku lumayan lama jobless selepas wisuda. Nggak 100% di rumah memang, tapi aku nggak punya kegiatan tetap seperti biasanya, seperti saat aku sekolah atau kuliah. Tapi walaupun tahun 2018 ini aku nobatkan sebagai tahun paling membosankan, tetep ada aja loh peristiwa-peristiwa penting buat aku, mau itu happy atau yang sedih. Aku nulis ini sebagai pengingat, apa aja peristiwa penting buatku yang terjadi di tahun 2018. Jadi, apa aja sih?

Sidang
– Finally, got my bachelor degree!
27 Maret 2018 – akhirnya sidang setelah nyusun skripsi selama lima bulan. Sebenernya aku bisa lebih cepat dari ini, dan jujur hal ini jadi penyesalan terbesar aku tahun ini. Mungkin bakal jadi penyesalan seumur hidup sih, tapi seengganya gara-gara hal ini aku jadi belajar buat nggak nunda-nunda dan nyepelein suatu pekerjaan, sesusah atau semudah apapun itu.

Wisuda
– Officially, Bachelor of Cultural Science!
05 Mei 2018 – nggak ada hal yang terlalu spesial sih di wisudaku. Make up sendiri, kebaya beli jadi, dan bawahan minjem sepupu. Bener-bener wisuda dengan persiapan yang minim, kadang jadi pingin ngulang waktu buat nyiapin persiapan wisuda lebih maksimal. Tapi yaudah lah ya, lagian wisuda cuma prosesi formalitas aja, mungkin? Hal yang paling penting buat aku hari itu pas ngeliat orang tua excited banget pas aku naik panggung buat ngambil ijazah dan salaman sama rektor. Selebihnya aku happy dan super duper grateful, tapi mungkin bukan hari yang terlalu membekas buatku.

Life as jobseeker
Tahun ini emang aku melabeli diri sendiri as a jobseeker. Bolak-balik Jakarta buat tes seleksi, entah itu psikotest atau interview. Dari yang awalnya nginep bareng temen, terus akhirnya berani pulang pergi tapi bawaan segembol, sampai akhirnya cuma bawa totebag atau slingbag aja kaya yang mau main. Awalnya takut, ke Jakarta sendirian, tapi lama-lama aku enjoy banget dan kalo udah lama nggak ke Jakarta jadi kangen.

Meet my new babies: Meng, Moci, Bolu, & Cimol!
AKHIRNYA aku melihara kucing, seneng banget! Awalnya sering liat kucing ini berkeliaran di daerah rumah aku, bulunya lumayan tebel dan cepet banget akrab sama manusia, nggak kayak kucing liar kebanyakan. Karena sering dikasih makan sama aku dan keluargaku, akhirnya dia diem di rumah dan kami kasih nama Meng. Ternyata Meng lagi hamil, setelah kurang kebih sebulan di rumah akhirnya dia melahirkan tiga ekor anak kucing yang lucu banget! Ketiganya jantan dan aku kasih nama Bolu, Moci, dan Cimol.

Tes CPNS
Setelah sidang dan wisuda, aku bener-bener mempersiapkan diri buat tes CPNS ini. Belajar pagi siang sore malem subuh, dari duduk tiduran sampe jungkir balik, dan akhirnya nggak lolos. It’s break my heart a lot, like A LOT. Aku ngerasa ngecewain orang tua, mereka nggak pernah nyuruh ataupun maksa aku buat ikut tes ini, tapi aku tau mereka berharap banget aku lolos. Bisa dibilang ini patah hati terbesar aku tahun ini, butuh kurang lebih seminggu buat aku berhenti nangis tiap malam gara-gara ini. Tapi, mungkin emang belum rezekinya lolos tahun ini.

Sidang & Wisuda Azhari
It’s such a blessing to finally pass this milestone together. Ngerjain skripsi bareng, ngelewatin sidang bareng, bikin aku deg-degan juga waktu dia mau sidang, aku ikut pusing juga waktu dia pusing gara-gara skirpsinya, begitu juga waktu dia sidang dan wisuda, aku ikut super duper seneng. Azhari berperan besar banget sih dalam penyusunan skripsi aku, to be honest, nggak cuma saat penyusunan skripsi tapi berperan sangat besar di kehidupan aku. Padahal aku sendiri nggak tau aku berperan atau nggak selama pembuatan skripsi dia, karena aku nggak ngerasa banyak ngebantu. Jadi penasaran, aku ada nggak ya di ucapan terima kasih skripsinya Azhari? Hahaha. Tapi di luar itu semua, aku happy dan excited banget waktu dia sidang dan wisuda!

Itu semua highlight of the year aku. Nggak cuma yang seneng-senengnya aja, tapi ada juga yang bikin aku sedih dan belajar dari pengalaman tersebut. I am beyond excited to face 2019. Semoga 2019 aku, temen-temen, dan orang-orang yang kita sayangi dipenuhi oleh kebahagiaan ya. Jadi, gimana sama temen-temen? Apa aja peristiwa penting yang temen-temen alami selama tahun 2018 ini?



Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Bertahun-tahun aku “musuhan” sama yang namanya sunscreen, beberapa bulan lalu sempat mencoba damai dan ternyata salah milih produk yang berakhir musuhan lagi. Aku selalu mikir pake sunscreen itu nggak nyaman karena rasanya lengket dan greasy, terlebih di kulitku yang berminyak dan acne prone. Tapi, akhir-akhir ini L'oreal UV Perfect Matte and Fresh SPF 50 PA++++ lagi booming dan di-rave sama banyak beauty influencer, katanya cocok banget buat oily skin! Akhirnya aku beraniin diri buat coba, and you know what? I love this sunscreen, THAT much!


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar




Salah satu café yang terletak di Jalan Progo ini langsung menarik perhatianku sejak pertama kali dibuka, apalagi kalo bukan karena bentuk bangunannya yang nggak biasa dan namanya yang unik, Sejiwa Coffee. Udah berkali-kali ke sini dan selalu betah berlama-lama karena suasananya yang nyaman. Rekor terlama duduk di café ini adalah tujuh jam buat belajar bareng sepupuku.

Bentuk bangunan Sejiwa terlihat seperti rumah kaca yang terdiri dari dua lantai, lantai bawah untuk non-smoking sementara area smoking berada di lantai atas. Saat kita masuk ke dalam café ini, kita akan disambut oleh semerbak aroma kopi yang bikin tempat ini makin nyaman buatku, terlebih karena aku suka harum kopi. Selain disambut aroma kopi, begitu masuk kita akan disambut lukisan pop art yang lucu dan tulisan puisinya Pak Sapardi Djoko Damono yang berjudul Aku Ingin.




Menurutku lantai bawah terasa lebih nyaman walaupun ramai karena pembuatan kopi dan transaksi pembayaran dilakukan di tengah ruangan yang didominasi warna putih ini, sedangkan lantai dua rasanya lebih panas terutama pada siang hari dan karena khusus area smoking jadi lumayan banyak asap rokok, tapi pemandangan di lantai dua lebih bagus, apalagi di sore hari.

 



Sejiwa Coffee sempat viral pada akhir tahun 2017 karena Bapak Jokowi bersama beberapa menteri  datang ke café ini untuk mencicipi kopinya setelah meresmikan Jalan Tol Seroja. Aku kurang tahu orang nomor satu di Indonesia itu memesan apa aja, tapi yang pasti salah satu menu yang beliau pesan adalah Es Kopi Jiwa yang sekarang menjadi signature drink di tempat ini. Sejak saat itu, di buku menu ada tulisan “President’s choice” di sebelah menu Es Kopi Jiwa, mungkin untuk menarik peminat. Tapi, di luar kopi ini pilihan Bapak Jokowi atau bukan, Es Kopi Jiwa emang mempunyai rasa yang enak.

 
 
Selain Es Kopi Jiwa, terdapat juga berbagai varian kopi lainnya. Disediakan juga makanan berat dan makanan ringan. Harganya emang nggak bisa dibilang murah. Es Kopi Jiwanya saja dibandrol dengan harga 29 ribu dan belum termasuk pajak. Tapi, harga emang nggak ngebohongin rasa, karena sejauh ini makanan dan minuman yang aku pesan rasanya enak! Bahkan nasi gorengnya pun enak banget.


Overall, Sejiwa Coffee ini udah cocok masuk kejajaran café hits kekinian kota Bandung, karena tempatnya yang stategis, suasananya yang nyaman, makanannya yang enak, dan terutama instagramable!

Sejiwa Coffee
Jalan Progo nomor 15 Bandung
Opening hours: 7am – 11pm
Wifi: yes       |      Electric plug: yes


 

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Kedai kopi yang terletak di Jalan Braga ini dulunya adalah toko buku dengan nama yang sama, Toko Buku Djawa. Sayangnya, Toko buku legendaris itu kian lama kian sepi pengunjung dan akhirnya terpaksa harus mengakhiri perjalanannya pada tahun 2015 setelah berjualan buku sejak tahun 1955. Berselang dua tahun sejak toko buku yang konon menjadi langganannya Pak Habibie ini tutup, gerai buku tersebut dirombak menjadi sebuah kedai kopi. Masih dengan suasana yang sama, Kopi Toko Djawa sengaja tidak ingin mengubah toko buku sepenuhnya. Maka sejak Desember 2017, dimulailah perjalanan reinkarnasi kata menjadi rasa di Jalan Braga nomor 79.


Entah sejak kapan, Kopi Toko Djawa ini bisa dibilang menjadi salah satu happy place-ku di Bandung. Tiap sedih, marah, atau sekedar bad mood, mengujungi kedai kopi ini bisa bikin perasaan membaik. Mungkin suasananya yang tenang dan bikin betah jadi salah satu faktornya. Bangunannya masih sama dengan ketika kedai kopi ini masih berfungsi sebagai toko buku. Terbilang mungil memang, berbanding terbalik dengan pengunjungnya yang kadang membludak. Jadi, kalau pengunjungnya lagi ramai, kadang ada aja yang ngebela-belain minum kopi sambil berdiri atau duduk-duduk di kursi Braga depan kedai kopi ini.






Jangan harap ada wifi di sini, karena sebagai gantinya ada tumpukan buku dengan berbagai genre yang bisa kita baca di tempat. Kedai kopi bernuansa etnik ini seakan sengaja memaksa pengunjungnya untuk lebih banyak membaca buku dan berinteraksi dengan pengunjung lain, dibanding tenggelam dalam gadgetnya masing-masing. Oh iya, nggak ada toilet di sini! So make sure don’t pee ur self here hehe kalau emang udah harus banget ke toilet, kita boleh ikut ke toilet SugaRush di sebelah kedai kopi ini.



Menunya sendiri menyajikan berbagai macam kopi dan cemilan seperti donat, brownies, dan lain-lain, Pastiin mengunjungi kedai kopi ini nggak dalam keadaan lapar ya, karena Kopi Toko Djawa nggak nyediain makanan berat. Best seller-nya adalah Es Kopi Toko Djawa (campuran kopi susu dengan gula jawa) dan Es Kopi Awan (kopi susu dan gula jawa yang di atasnya ditambah creamy foam).

Es Kopi Toko Djawa (kiri) dan Es Kopi Awan (kanan)

Dari semua Es Kopi di Bandung yang udah aku coba, jujur, Es Kopinya Kopi Djawa ini yang paling aku suka. Kopinya nggak terlalu strong tapi rasanya masih tetap mendominasi dibanding rasa manis gula jawanya. Favorite-ku Es Kopi Awan karena aku suka banget sama creamy foam-nya. Untuk makanannya aku baru nyoba Matcha Brownies dan Cinnamon Rolls. Matcha Browniesnya enak! Nggak terlalu manis dan ada hint paitnya sedikit khas rasa mathca. Kisaran harganya 15 – 35 ribuan, masih terbilang terjangkau untuk rasa kopi dan cemilan seenak ini.


Best time buat dateng ke kedai kopi ini adalah sore hari dan duduk di kursi yang menghadap jendela besar. Menyaksikan lampu-lampu jalanan dan pertokoan di Braga satu persatu mulai nyala itu rasanya magical!



Kopi Toko Djawa
Jalan Braga No. 79 bandung
Opening hours: everyday 10am – 10pm
 
Wifi: no | Electric plug: yes 




Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Newer Posts
Older Posts

About me

About me
Happy to share anything interesting.

You can reach me on sdprawita@yahoo.com and share anything with me!

Catch Up

Search

Blog Archive

  • ▼  2022 (1)
    • ▼  October (1)
      • Review Benefit Cosmetics Wanderful World Blush sha...
  • ►  2021 (4)
    • ►  February (3)
    • ►  January (1)
  • ►  2020 (5)
    • ►  December (2)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
    • ►  April (1)
  • ►  2019 (19)
    • ►  November (2)
    • ►  October (2)
    • ►  August (1)
    • ►  July (2)
    • ►  June (1)
    • ►  May (1)
    • ►  April (2)
    • ►  March (5)
    • ►  February (1)
    • ►  January (2)
  • ►  2018 (9)
    • ►  December (4)
    • ►  November (1)
    • ►  July (1)
    • ►  June (2)
    • ►  May (1)
  • ►  2017 (17)
    • ►  September (1)
    • ►  August (1)
    • ►  July (4)
    • ►  June (2)
    • ►  May (2)
    • ►  April (2)
    • ►  March (3)
    • ►  February (2)
  • ►  2016 (17)
    • ►  December (1)
    • ►  November (5)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
    • ►  August (2)
    • ►  July (2)
    • ►  May (2)
    • ►  April (1)
    • ►  March (2)

Popular Posts

  • Review Zara Oriental & Fruity Eau de Toilette
  • Review Hada Labo Tamagohada Mild Peeling AHA/BHA Make Up Remover + Face Wash
  • Review Wardah EyeXpert Eye Makeup Remover
  • Review Revlon Ultra HD Matte Lipcolor: 655 Kisses

Total Pageviews

Amazing People

Part of

Blogger Perempuan
BEAUTIESQUAD

Created with by BeautyTemplates